PUBG Jadi Alasan Nilai Anak Atau Siswa Turun ???

Diposting pada

PUBG Jadi Alasan Ranking Siswa Turun

PUBG Jadi Alasan
Poster PUBG

VoltechID РBermain game tentu saja merupakan waktu yang menyenangkan dan sangat dinantikan oleh banyak orang di dunia.

Tidak peduli berapapun umurnya mereka pasti menyukai aktifitas gaming terutama generasi terbaru seperti Millenials saat ini di seluruh dunia.

Namun terkadang ada masalah yang cukup mengganggu ketika kita bermain game, yaitu waktu saat kita memainkan sebuah game.

Terkadang kita tidak menyadari waktu yang terbuang saat kita memainkan game, bahkan sampai terkadang tidak ingat makan ataupun mandi.

Hal inilah penyebab utama kenapa saat ini Gaming dikategorikan sebagai mental disorder dan harus mendapatkan penanganan dari ahlinya.

Hal ini sepertinya juga terjadi di beberapa wilayah contohnya seperti Indonesia dan wilayah lainnya di dunia ini.

Beberapa waktu lalu kabarnya ada seorang anak yang dikabarkan nilainya / rankingnya turun dikarenakan dia terlalu sibuk bermain PUBG saja.

Kejadian ini sendiri sebenarnya terjadi di India dan para guru akhirnya melakukan protes untuk sebaiknya negara memblokir game tersebut.

Alasannya adalah PUBG Jadi alasan kenapa semua siswa menjadi malas belajar dan tidak memperhatikan ketika pelajaran dan terlihat ogah ogahan.

Mereka mengatakan bahwa Game harus diberlakukan seperti narkotika karena membuat kecanduan para pemainnya dan lupa segalanya.

Mereka asik saja dengan ponsel atau pc yang mereka gunakan untuk bermain PUBG dan mereka menjadi bermalas malasan.

Gerakan blokir game PUBG ini sendiri rupanya bukan hanya dari satu sekolah saja melainkan gerakan serupa juga dilakukan di sekolah lainnya.

Bisa dilihat bahwa memang kemauan anak / siswa dalam belajar cukup signifikan karena gangguan terhadap game yang dimainkan ini.

Namun tindakan ini tidaklah benar untuk melakukan pemblokiran game seharusnya ada peranan orang tua juga yang ikut membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *